Bereksperimen dengan Bambu, Mahasiswa Arsitektur Sulap Area Kosong menjadi Ruang Publik

Bagian sebelah utara gedung Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UINSA tampak lebih menarik. Lahan kosong yang mulanya dimanfaatkan untuk parkir, kini disulap oleh mahasiswa program studi (prodi) Arsitektur UINSA untuk membangun sebuah karya. Karya tersebut dirancang dan dibuat langsung oleh 96 peserta workshop bertajuk Bamboo Revival in Architectural Design, yang terdiri dari 24 peserta dari luar kampus UINSA dan selebihnya adalah mahasiswa UINSA. Pembuatan bangunan tersebut bekerja sama dan dipantau dari sosial media oleh PT. Bambu Jogja, Surya Sarana, dan Adikarya.

Bangunan ini terbuat dari bambu yang didatangkan khusus dari Yogyakarta. Penggunaan bambu dari Yogyakarta bukan tanpa sebab. Faktor ketahanan menjadi alasan mengapa mereka memilih bahan tersebut. Selain bambu, atap dari karya tersebut terbuat dari daun pandan khusus yang keringkan lalu dianyam.

Semula bangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan dari bulan September. Karena mahasiswa yang terlibat sibuk dengan kegiatan perkuliahan, bangunan diselesaikan melebihi target waktu yang ditentukan.

“Fungsi dari karya kami ada dua kemungkinan, bisa dijadikan tempat parkir atau juga bisa jadi tempat nongkrong sambil berdiskusi. Karena di kampus kita ini kan kurang tempat untuk mahasiswa bisa berdiskusi. Tergantung nanti bagaimana opsi dari teman-teman enaknya difungsikan untuk apa,” ujar M. Adib Khoirul Wafah, mahasiswa Arsitektur semester 6.

Hasil karya tersebut telah selesai dikerjakan pada awal bulan Februari dan akan segera difungsikan mulai semester ini. Dengan adanya karya tersebut diharapkan dapat memberi fasilitas bagi mahasiswa UINSA, dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk umum.

sumber asli: http://www.mediasolidaritas.com/mahasiswa-arsitektur-sulap-bambu-jadi-hal-berguna/

Share this