Dosen Arsitektur UINSA Menangi Kompetisi Hibah Pemerintah Australia

UINSA Newsroom, Kamis (06/04/2017); Kompetisi hibah melalui skema Alumni Grant Scheme (AGS) 2017 yang didanai Pemerintah Australia dan dikelola oleh Australia Awards in Indonesia, telah mengumumkan para pemenangnya. Pengumuman disampaikan Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada Sabtu,  18 Maret 2017. Kegiatan tersebut dihadiri Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Paul Grigson dan disaksikan langsung sekitar 500 alumni yang baru saja menyelesaikan studinya di Australia.

Salah satu penerima hibah AGS 2017 adalah Dosen Prodi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya, Faruq Ibnul Haqi yang mengajukan proposal dengan judul Bambooland Social Enterprise: Maximizing the Role of Rural Communities towards Sustainable Economic Creative. Program Bambooland tersebut merupakan salah satu dari 25 proposal yang lolos mendapatkan hibah dari total 267 usulan proposal yang masuk se-Indonesia.

Dijelaskan Faruq Ibnul Haqi, usulan Program Bambooland tersebut rencananya akan dilaksanakan di Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman dengan kegiatan Bamboo Community Coaching. Dalam program tersebut akan diberikan ‘transfer knowledge dan technology’ bagaimana memanfaatkan bambu secara beradab dan lestari. Disamping juga kegiatan Bamboo Fun Games, Bamboo Double Trekking dan Bamboo Ranger dengan melibatkan secara penuh masyarakat dan pemerintah desa. Untuk menyukseskan Program Bambooland, kegiatan ini akan berkolaborasi dengan menggandeng Dr. Yulianto P. Prihatmaji sebagai pengelola Sekolah Lurah dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi DPPM Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Selain UII Yogyakarta, pogram Bambooland di Purwobinangun ini juga bekerjasama dengan beberapa kelompok organisasi baik swasta maupun pemerintah. Seperti Pemerintah Kabupaten Sleman, Asosiasi Bambu Sleman, Bambubos Yogyakarta dan Rumah Rempah Karya. “Lebih menariknya lagi program Bambooland ini didukung penuh dengan partisipasi masyarakat desa yang sangat aktif. Hal ini terbukti dengan komitmen dari Gapoktan Kelompok Tani Hutan Margi Tirto yang siap membantu dan berkolaborasi untuk menyukseskan program unggulan ini,” ujar Faruq Ibnul Haqi.

Dosen muda Arsitektur UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota (Urban and Regional Planning) dari University of South Australia (UniSA) ini menyatakan, bahwa hibah AGS bertujuan memperkuat hubungan Australia-Indonesia untuk menjadi lebih baik, serta mendorong alumninya untuk mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang telah didapat selama studi di Australia kepada masyarakat. Dengan program Bambooland tersebut, Faruq Ibnul Haqi berharap, masyarakat pedesaan akan memperoleh training dan pendampingan bagaimana mengembangkan potensi desa dengan memanfaatkan bambu sebagai sumber daya alam.

Program Bambooland, menurut Faruq Ibnul Haqi, merupakan sebuah program yang memiliki potensi dan prospek sangat bagus untuk masyarakat desa. Sebab, desa akan mampu mandiri dan menjadi pusat pengembangan dan pemanfaatan bamboo. Termasuk dijadikan sebagai Desa Wisata Bambooland (Bambooland Tourism Village) yang menawarkan berbagai kegiatan pelatihan, budidaya, dan wisata bambu. “Besar harapan saya, masyarakat di Desa Purwobinangun mampu memperoleh benefit socioeconomic yang berkelanjutan (sustainable) dari Program Bambooland tersebut,” pungkasnya. (FST/Humas)

sumber: http://www.uinsby.ac.id/news/id/12661/dosen-arsitektur-uinsa-menangi-kompetisi-hibah-pemerintah-australia
Share this

Be the first to comment

Leave a Reply